Rabu, 29 September 2010

Kisah klasik untuk masa Depan,, antara kita, ruang, dan waktu 
Beberapa hari ini saya didera flu dan tugas kuliah yang membuat kepala saya seperti dibebani  karung beras beberapa kilo. Dan alhamdulillah akhirnya sekarang saya sudah mendingan. *hip hip Hurraaaayy,, hha

Empat hari didera flu, membuat saya sadar bahwa saya begitu lemah. Betapa flu berhasil membuat tugas artikel untuk mading terbengkalai, tidak bisa maksimal belajar untuk quiz, dan tidak bisa me run agenda saya dengan maksimal.Ternyata memang benar, KESEHATAN ITU MAHAL HARGA NYA.

Hari ini, bisa dibilang mood saya sedang cerah-cerah nya. Saya tidak mengalami penurunan mood yang drastis hari ini. Padahal kalo boleh dibilang, hari ini biasa-biasa aja. Malah tadi saya ngerjain quiz + PR nya salah, trus motor saya susah keluar dari parkir, saya batuk seharian waktu di kelas, didenda perpus, nggak jadi ke Gramed,  dan lain-lain.  Yaaah walaupun, waktu tau charger laptop saya ketinggalan di KPTU mood saya yang cerah jadi berawan sedikit, tapi nggak nyampe mendung kok. Tetap saja saya merasa hari ini baik-baik saja. Yaaah mungkin itu efek dari tidur yang cukup. Mengingat kemarin nya saya benar-benar memanfaatkan hari buat tidur, agar virus flu segera check out dari tubuh saya.

Beberapa hari ini, tiba-tiba saja otak saya senang untuk diajak bernostalgia.  Saya bernostalgia dengan segala sisa kenangan yang masih saya ingat. Menelusuri keping-keping memori yang sudah berantakan bercambur dengan hafalan materi kuliah. Dan saya pun kangen akan ruang dan waktu pada saat itu. Saya kangen ngerjain PR bareng temen-temen, sama mio abu-abu saya, sama baju-baju cupu saya, sama tas gendut saya, sama sepatu "ballet" saya,dan tiba-tiba saja saya seperti baru terbangun di tahun 2010 dengan segala perubahan yang ada.

Yaaah hidup memang terasa cepat ternyata, bahkan rasanya jauh lebih cepat dari kecepatan cahaya. Sekarang semua yang terjadi sedikit berbeda. Sekarang saya sudah punya teman dekat perempuan dari teknik Industri. Makasiiy ya, buat Ismi, n Nisa,, yang telah membawa saya ke kehidupan "geje" kalian. Kalian menambah referensi teman-teman perempuan ku di jurusan. Sekarang baju-baju saya sudah tidak cupu lagi *yang kalo kata Rifa bikin kayak mbak-mbak S2. Tas saya sudah tidak segemuk dulu. Sepatu saya bukan sepatu "ballet" lagi. Kaos kaki saya tidak belang-belang lagi. Dan saya sadari waktulah yang mendewasakan saya.

Tiba-tiba saya teringat awal" kuliah saya. Saat mengira Gerald adalah anak TI'08, terjebak angin puting beliung di jalan bersama Tanti, telat 2,5 jam di kuliah fisika 1, ngerjain tugas bareng" di KPFT, berkenalan dengan teman baru di tiap hari di awal kuliah, jatuh saat mboncengin denin di turunan yang mau ke malioboro, hujan-hujanan di Mechek 2008, dan bersama kenangan yang lainnya tentunya. Tiba-tiba seperti muncul sebuah film di otak saya. Film yang diputar itu dimainkan oleh saya dan teman-teman saya. Menceritakan tentang sebuah kisah klasik. Kisah yang sangat berharga untuk saya kenang dan kisah yang akan terus bergulir dengan tokoh yang sama maupun beda.

Andaikan saja,,,  saya panjang umur dan tidak akan pikun dengan cepat. Harapan saya, suatu saat nanti. Di ruang tengah itu, dan di sore yang indah itu. Akan ada seorang nenek tua yang menemani seorang kakek tua minum teh, sambil menceritakan tentang kisah" bodoh nya bersama teman-teman nya. Bersama bekas para pemimpin bangsa pada jaman itu. Mereka tertawa bersama, dengan keriput dan kantung mata menghiasi wajah mereka. Seketika itu juga pikiran nenek dan kakek tua itu berpetualang melintasi ruang dan waktu, merasakan kembali setiap kenangan yang pernah terjadi. Merasakan hal yang sama di tempat dan waktu yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar