Kisah klasik untuk masa Depan,, antara kita, ruang, dan waktu
Beberapa hari ini saya didera flu dan tugas kuliah yang membuat kepala saya seperti dibebani karung beras beberapa kilo. Dan alhamdulillah akhirnya sekarang saya sudah mendingan. *hip hip Hurraaaayy,, hha
Empat hari didera flu, membuat saya sadar bahwa saya begitu lemah. Betapa flu berhasil membuat tugas artikel untuk mading terbengkalai, tidak bisa maksimal belajar untuk quiz, dan tidak bisa me run agenda saya dengan maksimal.Ternyata memang benar, KESEHATAN ITU MAHAL HARGA NYA.
Hari ini, bisa dibilang mood saya sedang cerah-cerah nya. Saya tidak mengalami penurunan mood yang drastis hari ini. Padahal kalo boleh dibilang, hari ini biasa-biasa aja. Malah tadi saya ngerjain quiz + PR nya salah, trus motor saya susah keluar dari parkir, saya batuk seharian waktu di kelas, didenda perpus, nggak jadi ke Gramed, dan lain-lain. Yaaah walaupun, waktu tau charger laptop saya ketinggalan di KPTU mood saya yang cerah jadi berawan sedikit, tapi nggak nyampe mendung kok. Tetap saja saya merasa hari ini baik-baik saja. Yaaah mungkin itu efek dari tidur yang cukup. Mengingat kemarin nya saya benar-benar memanfaatkan hari buat tidur, agar virus flu segera check out dari tubuh saya.
Beberapa hari ini, tiba-tiba saja otak saya senang untuk diajak bernostalgia. Saya bernostalgia dengan segala sisa kenangan yang masih saya ingat. Menelusuri keping-keping memori yang sudah berantakan bercambur dengan hafalan materi kuliah. Dan saya pun kangen akan ruang dan waktu pada saat itu. Saya kangen ngerjain PR bareng temen-temen, sama mio abu-abu saya, sama baju-baju cupu saya, sama tas gendut saya, sama sepatu "ballet" saya,dan tiba-tiba saja saya seperti baru terbangun di tahun 2010 dengan segala perubahan yang ada.
Yaaah hidup memang terasa cepat ternyata, bahkan rasanya jauh lebih cepat dari kecepatan cahaya. Sekarang semua yang terjadi sedikit berbeda. Sekarang saya sudah punya teman dekat perempuan dari teknik Industri. Makasiiy ya, buat Ismi, n Nisa,, yang telah membawa saya ke kehidupan "geje" kalian. Kalian menambah referensi teman-teman perempuan ku di jurusan. Sekarang baju-baju saya sudah tidak cupu lagi *yang kalo kata Rifa bikin kayak mbak-mbak S2. Tas saya sudah tidak segemuk dulu. Sepatu saya bukan sepatu "ballet" lagi. Kaos kaki saya tidak belang-belang lagi. Dan saya sadari waktulah yang mendewasakan saya.
Tiba-tiba saya teringat awal" kuliah saya. Saat mengira Gerald adalah anak TI'08, terjebak angin puting beliung di jalan bersama Tanti, telat 2,5 jam di kuliah fisika 1, ngerjain tugas bareng" di KPFT, berkenalan dengan teman baru di tiap hari di awal kuliah, jatuh saat mboncengin denin di turunan yang mau ke malioboro, hujan-hujanan di Mechek 2008, dan bersama kenangan yang lainnya tentunya. Tiba-tiba seperti muncul sebuah film di otak saya. Film yang diputar itu dimainkan oleh saya dan teman-teman saya. Menceritakan tentang sebuah kisah klasik. Kisah yang sangat berharga untuk saya kenang dan kisah yang akan terus bergulir dengan tokoh yang sama maupun beda.
Andaikan saja,,, saya panjang umur dan tidak akan pikun dengan cepat. Harapan saya, suatu saat nanti. Di ruang tengah itu, dan di sore yang indah itu. Akan ada seorang nenek tua yang menemani seorang kakek tua minum teh, sambil menceritakan tentang kisah" bodoh nya bersama teman-teman nya. Bersama bekas para pemimpin bangsa pada jaman itu. Mereka tertawa bersama, dengan keriput dan kantung mata menghiasi wajah mereka. Seketika itu juga pikiran nenek dan kakek tua itu berpetualang melintasi ruang dan waktu, merasakan kembali setiap kenangan yang pernah terjadi. Merasakan hal yang sama di tempat dan waktu yang berbeda.
Rabu, 29 September 2010
Kamis, 16 September 2010
Jurusan ku itu Mechanical Astronomy Engineering
udah gitu maksa temen buat mbaca n comment lagi, , *bener-bener g tau malu kau tan.
Karena merasa kebanyakan nyampah yang berakibat blog ku bau sampah. Sekarang aku pingin nulis yang lebih bermakna dikit,, yaaaaah walaupun mungkin jatuh nya bakal nyampah lagi. Tapi teteeeuup aja isi blog nya nggak jauh" dari curhat. hahahaha
Aal izz well,,, inget kata-kata itu, inget 3 idiot kan? Atau mungkin kalo belum nonton, cepetan nonton. Film nya bagus kok dan recommended buat kamu. Yang pasti jangan bayangkan film India yang satu ini bakal berisi nyanyi-nyanyi dan kejar-kejaran di pohon. hha
Saat nonton 3 idiot, saya merasa tersindir oleh kata" nya Rancho terhadap Farhan. Yang intinya mengatakan kalo Farhan payah, dia ingin mendalami fotografi tapi malah masuk t.mesin. Tapi bukan berarti aku sepenuhnya seperti Farhan. Bapak ku tidak pernah memaksa aku untuk memilih teknik mesin. Aku yang memilih sendiri. Tapi sebenarnya yang ingin aku dalami ada ilmu astronomi. Yaaaaah mungkin terdengar payah, aku ingin mendalami astronomi tapi malah memilih t.mesin. Ceritanya panjang, tapi bisa kuceritakan.
Waktu kecil dulu, ketika ditanya orang tua ingin jadi apa. Aku menjawab "mau jadi astronot". Jawaban itu masih sama saat aku belajar di SD. Menginjak SMP, cita-cita itu mulai goyah. Nilai-nilai aku yang hancur membuat saya merasa pesimis akan kemampuan ku menggapai cita-cita. Waktu SMA aku mulai berganti-ganti cita-cita, mulai dari arkeolog, filsiuf, penulis, sampai sutradara. Namun menginjak kelas 3 SMA, aku teringat lagi akan cita-cita ku. Selintas terpikir di benak ku bahwa orang yang hebat adalah orang yang bisa mewujudkan cita-cita masa kecil nya.
Aku pun merenung, dan berniat memilih jurusan astronomi di ITB. Namun biaya pendaftaran USM ITB yang relatif mahal membuat ku mengurungkan niat ku. Aku pun memutuskan untuk memberanikan diri mendaftar di PTN jogja saja. Yah, berhubung saya orang Jogja juga. Pilihan ku saat itu tertuju pada fakultas teknik. Awal nya aku bilang mau masuk teknik Nuklir ke bapak ku. Beliau setuju, tapi ibu tidak. Karena aku suka fisika ma fisika teknik pun sempat terlintas di benak ku. Namun aku tidak suka ilmu fisika yang mempelajari tentang atom (pada waktu itu wawasan ku blum luas tentang fisika teknik). Maka pada waktu itu aku pun memutuskan memilih t.mesin. Alhamdulillah diterima.
Dengan perbandingan antara cowok cewek yang nggak seimbang, aku sudah siap dengan segala konsekuensi nya. Awalnya nggak ada masalah yang berarti. Yaaah walaupun kadang terasa banget bedanya temenan ama anak laki-laki dibanding perempuan. Tapi sampai disitu aku masih kuat. Pelajaran nya pun waktu awal semester masih hampir sama dengan pelajaran SMA. Namun menginjak semester 3, aku mulai merasa semakin jauh dari astronomi. Di saat seperti itu, aku merasa sudah melangkahkan kaki menjauh dari cita-cita ku. Rencana pindah jurusan kadang terpikirkan juga. Namun setelah berpikir beberapa kali, kuurungkan niat itu. Karena aku juga sudah telanjur suka ama jurusan ku yang sekarang.
Waktu terus berputar, meninggalkan mereka yang hanya diam. Aku pun mulai menemukan hubungan antara astronomi dengan t.mesin. Saat mulai mengenal termodinamika, dinamika dan mekanika fluida. Yaaaah, walaupun nilai termo ama dinamika saya tidak begitu bagus. Tapi saya harus berterima kasih pada pak Harwin dan Pak Nardjo. Karena mereka saya jadi mantab untuk menyelesaikan kuliah saya.
Sejak itu, saya jadi berpikir. Ok, mungkin aku nggak mendalami ilmu astronomi. Aku nggak tau cara nya ngitung jarak antar bintang, nama-nama bintang dan lain-lain. Tapi dengan ilmu t.mesin, suatu saat nanti insyaAllah aku akan tau cara untuk membuat pesawat terbang bahkan mungkin roket. Mendengar kata Roket aku langsung bahagia. Senyum pun terkembang lagi di wajah ku. Semangat kuliah pun bangkit lagi.
Mungkin emang kelihatan nya astronomi dan t.mesin nggak ada hubungan nya. Tapi kalau dihubung-hubungkan ternyata bisa juga khan?
Langganan:
Komentar (Atom)