Senin, 09 April 2012

me at cintapuccino :)

Setelah saya pikir-pikir, ternyata saya ini orang nya kayak Nimo yang di Cintapuccino banget. Saya itu orang nya random sekali. Begini lho yang saya maksud dengan Random. Saya itu ternyata nggak peduli dengan bagaimana baju yang saya pakai, dan saya juga nggak peduli dengan menu makan siang saya apa yang akan saya makan. Namun kalo Nimo punya semacam "kotak arisan" untuk menentukan dia mau makan apa siang ini, dalam kenyataan nya saya tidak punya.

Namun ada bedanya juga sii saya dengan tokoh Nimo tersebut. Saya masih kalah random dibanding Nimo. Well, bersyukur lah saya karena saya tidak random dalam masalah suka sama lawan jenis

Mungkin kalo dalam masalah Random, saya ingin mengajak toss si tokoh Nimo tersebut. Senang sekali menemukan karakter yang sehati, although he is not real. Karena jarang-jarang saya bisa menemukan seseorang yang cukup klop dengan saya. Ibarat roda gigi, gigi kami itu sesuai dan bisa menghasilkan putaran. Atau kalo dalam bahasa sastra nya, ibaratnya saya itu seperti bertemu dengan cermin saat kenal dengan karakter Nimo. :D

Ok,, saya memang sesuai dengan sifat dari tokoh Nimo. Tapi kalo untuk masalah idealisme, saya ingin sekali meniru tokoh Raka. Memang nya ada apa dengan Raka??

Ingat waktu Raka membatalkan rencana pernikahan nya dengan Rahmi?? Itu benar-benar sangat menggambarkan bahwa Raka adalah seseorang yang mempunyai idealisme yang cukup tinggi dan sekaligus adalah part favorit saya.

Saya nggak bisa membayang kan bila saya adalah Raka. Saya cukup salut saat mendengar dia bilang "aku nggak mau kalo kita nikah cuma gara-gara undangan udah terlanjur disebar lah, gedung udah dipesen lah, baju pengantin udah dibuatlah. Aku mau nya..... kalo kita nikah, hati kamu cuma buat aku......" 


Saya nggak tau seberapa sakit rasanya mengucapkan kata-kata itu. Dimana Raka cemburu dengan Nimo yang menjadi obsesi Rahmi. Saya juga lebih nggak tau gimana rasanya, membatalkan pernikahan saat undangan sudah disebar, gedung sudah dipesan, baju pengantin sudah dipesan, dan seluruh persiapan sudah cukup matang. Dimana banyak orang pasti akan memilih maju terus, hanya karena alasan "menjaga nama baik keluarga" .That's so cool Raka......

Well,, cintapuccino adalah novel yang cukup saya suka. ^^
Bilang saya cupu bilang saya kuper karena pasti banyak novel yang lebih bagus yang belum saya baca. But congraazzt to Ica Rahmanti yang bisa membuat saya betah  membaca novel nya dimana banyak penulis lain tidak bisa melakukan nya. :p

  

Jumat, 16 Maret 2012

menjadi muda

Pasti seru kan kalau kita bisa tau masa depan? Lebih seru juga pasti kalo misal nya mesin waktu itu ada. :) Nggak papa deh punya nasib kayak nobita rasanya (selalu dapet nilai 0)  asalkan bisa punya robot kucing berkantong ajaib kayak doraemon.. :p

Rasanya ingin sekali menjadikan waktu seperti karet. Hingga saya bisa menarik ulur nya semau saya. Seperti saya bisa menyuruh dia berhenti atau berjalan cepat sekali sesuai dengan fungsi jarak. 

Namun sehebat apapun kita, sebesar apapun otot kita, kita tak akan bisa menahan waktu. Karena waktu sangat taat pada perintah Tuhan.

Dulu saya iri kepada Nobita, karena dia selama nya adalah murid kelas 4 SD. Sedangkan saya? Saya akan terus tumbuh dan berubah. Hingga nantinya menjadi tua renta dan akhirnya meninggal. Menjadi tua adalah sebuah musibah menurut saya, dan menjadi muda adalah sebuah anugrah yang ingin selama nya saya jalani. Namun belakangan saya menyadari itu salah.

Akhirnya saya sadar bahwa tua dan muda itu bersifat relatif, dan tua itu bersifat pasti. Namun menjadi tua atau muda itu bukanlah hal yang utama di dunia ini. Karena akhir kehidupan yang pasti adalah kita semua akan mati entah pada saat muda atau tua. 

Mari saya mem"breakdown" kan nya untuk anda, misal ada pemuda berusia 30 tahun. Kita bisa mengatakan bahwa pemuda tersebut sudah cukup tua atau masih muda. Contoh nya saja : Pemuda itu masih cukup muda untuk menjadi seorang profesor. Sedangkan di sisi lain kita bisa bilang pemuda itu sudah cukup tua untuk meminta uang saku dari orangtua nya. 

Contoh yang simpel bukan? Namun dari contoh yang simple itu, saya merasa dapat menyimpulkan sesuatu. Begini kesimpulannya, seandainya kalian ingin awet muda lakukanlah sesuatu sedini mungkin. Karena dengan begitu, kalian akan relatif muda menurut pandangan orang-orang terhadap pencapaian hidup anda. 

Jumat, 20 Januari 2012

Kalo krisdayanti punya lagu menghitung hari, menurut saya mahasiswa mempunyai soundtrack "menghitung mundur". Karena disadari atau tidak, masing-masing dari kita sedang menghitung mundur menuju waktu kelulusan.

Namun hitungan kita kadang tidak sama atau bahkan tidak ada yang sama. Bila kita sadari sejak melirik ke arah transkip dan mendapat dosen pembimbing tugas akhir, pasti masing-masing dari kita bisa memperkirakan kapan waktu kita akan lulus. 


sleman, 20 Januari 2012
-mahasiswa yang sedang galau