Kamis, 16 September 2010

Jurusan ku itu Mechanical Astronomy Engineering

        Rasanya udah lama banget aku nyampah di blog ini, , hahahha
udah gitu maksa temen buat mbaca n comment lagi, , *bener-bener g tau malu kau tan.

        Karena merasa kebanyakan nyampah yang berakibat blog ku bau sampah. Sekarang aku pingin nulis yang lebih bermakna dikit,, yaaaaah walaupun mungkin jatuh nya bakal nyampah lagi.  Tapi teteeeuup aja isi blog nya nggak jauh" dari curhat. hahahaha

       Aal izz well,,, inget kata-kata itu, inget 3 idiot kan? Atau mungkin kalo belum nonton, cepetan nonton. Film nya bagus kok dan recommended buat kamu. Yang pasti jangan bayangkan film India yang satu ini bakal berisi nyanyi-nyanyi dan kejar-kejaran di pohon. hha

      Saat nonton 3 idiot, saya merasa tersindir oleh kata" nya Rancho terhadap Farhan. Yang intinya mengatakan kalo Farhan payah, dia ingin mendalami fotografi tapi malah masuk t.mesin. Tapi bukan berarti aku sepenuhnya seperti Farhan. Bapak ku tidak pernah memaksa aku untuk memilih teknik mesin. Aku yang memilih sendiri. Tapi sebenarnya yang ingin aku dalami ada ilmu astronomi. Yaaaaah mungkin terdengar payah, aku ingin mendalami astronomi tapi malah memilih t.mesin. Ceritanya panjang, tapi bisa kuceritakan.

      Waktu kecil dulu, ketika ditanya orang tua ingin jadi apa. Aku menjawab "mau jadi astronot". Jawaban itu masih sama saat aku belajar di SD. Menginjak SMP, cita-cita itu mulai goyah. Nilai-nilai aku yang hancur membuat saya merasa pesimis akan kemampuan ku menggapai cita-cita. Waktu SMA aku mulai berganti-ganti cita-cita, mulai dari arkeolog, filsiuf, penulis, sampai sutradara. Namun menginjak kelas 3 SMA, aku teringat lagi akan cita-cita ku. Selintas terpikir di benak ku bahwa orang yang hebat adalah orang yang bisa mewujudkan cita-cita masa kecil nya.

       Aku pun merenung, dan berniat memilih jurusan astronomi di ITB. Namun biaya pendaftaran USM ITB yang relatif mahal membuat ku mengurungkan niat ku. Aku pun memutuskan untuk memberanikan diri mendaftar di PTN jogja saja. Yah, berhubung saya orang Jogja juga. Pilihan ku saat itu tertuju pada fakultas teknik. Awal nya aku bilang mau masuk teknik Nuklir ke bapak ku. Beliau setuju, tapi ibu tidak. Karena aku suka fisika ma fisika teknik pun sempat terlintas di benak ku. Namun aku tidak suka ilmu fisika yang mempelajari tentang atom (pada waktu itu wawasan ku blum luas tentang fisika teknik). Maka pada waktu itu aku pun memutuskan memilih t.mesin. Alhamdulillah diterima.

       Dengan perbandingan antara cowok cewek yang nggak seimbang, aku sudah siap dengan segala konsekuensi nya. Awalnya nggak ada masalah yang berarti. Yaaah walaupun kadang terasa banget bedanya temenan ama anak laki-laki dibanding perempuan. Tapi sampai disitu aku masih kuat. Pelajaran nya pun waktu awal semester masih hampir sama dengan pelajaran SMA. Namun menginjak semester 3, aku mulai merasa semakin jauh dari astronomi. Di saat seperti itu, aku merasa sudah melangkahkan kaki menjauh dari cita-cita ku.  Rencana pindah jurusan kadang terpikirkan juga. Namun setelah berpikir beberapa kali, kuurungkan niat itu. Karena aku juga sudah telanjur suka ama jurusan ku yang sekarang.

       Waktu terus berputar, meninggalkan mereka yang hanya diam. Aku pun mulai menemukan hubungan antara astronomi dengan t.mesin. Saat mulai mengenal termodinamika, dinamika dan mekanika fluida. Yaaaah, walaupun nilai termo ama dinamika saya tidak begitu bagus. Tapi saya harus berterima kasih pada pak Harwin dan Pak Nardjo. Karena mereka saya jadi mantab untuk menyelesaikan kuliah saya.

       Sejak itu, saya jadi berpikir. Ok, mungkin aku nggak mendalami ilmu astronomi. Aku nggak tau cara nya ngitung jarak antar bintang, nama-nama bintang dan lain-lain. Tapi dengan ilmu t.mesin, suatu saat nanti insyaAllah aku akan tau cara untuk membuat pesawat terbang bahkan mungkin roket. Mendengar kata Roket aku langsung bahagia. Senyum pun terkembang lagi di wajah ku. Semangat kuliah pun bangkit lagi.

       Mungkin emang kelihatan nya astronomi dan t.mesin nggak ada hubungan nya. Tapi kalau dihubung-hubungkan ternyata bisa juga khan?

1 komentar: