
Secara awam,, aku memang belum paham tentang pemanasan global,,
Yang aku tau hanyalah bumi tambah panas akibat semakin banyak nya kendaraan bermotor dan penebangan hutan.
Sebagai pengguna kendaraan bermotor, aku pun merasa bersalah bila aku ikut menyumbang sebab pemanasan global.
Dan dampaknya, akhir-akhir ini aku sedang merayu bapak, agar dibelikan sepeda lipat.
Agar bisa ke kampus naik sepeda disambung bis.
Namun nampaknya cukup sulit usaha ku. Bapak ku tetap menyarankan agar naik motor.
Yaaaah sebenarnya enak di aku juga sih kalo naik motor.
Aku juga suka naik motor.
Tapi aku terlalu takut membayangkan dampak dari pemanasan global.
Jarak antara rumah ke kampus sekitar 15 menit bila naik motor.
Nggak terlalu jauh sih, tapi cukup jauh bagiku.
Hanya dua opsi kurasa bagi ku untuk mengurangi pemanasan global.
Pilihan pertama aku harus ngekost, agar bisa jalan ke kampus.
Pilihan kedua aku harus naik bis ke kampus.
Diantara pilihan itu, jujur tidak ada yang aku suka.
Aku lebih suka di rumah dan ke kampus naik motor.
Tapi bukankah kita harus keluar dari zona nyaman.
Masih berat rasanya keluar dari zona nyaman.
Saya masih cukup manja untuk menjadi seorang pejuang.
Kadang saya membayang kan diri saya memakai baju zirah, dilengkapi dengan pedang dan siap membela kebenaran.
Namun kenyataan nya saya bukan wanita dalam baju zirah.
Saya hanya seorang anak perempuan dalam baju cupu :p .
Saya rindu masa kecil itu, saat saya naik sepeda ke sekolah.
Saat saya keliling kampung naik sepeda bersama teman-teman.
Pada saat itu saya masih melihat diseliling rumah saya banyak kebun yang ditumbuhi pohon.
Sekarang sebagian kebun itu sudah menjelma menjadi rumah.
Saya rindu kampung ku yang sejuk, saya rindu waktu itu, di tempat itu.