Jumat, 16 Maret 2012

menjadi muda

Pasti seru kan kalau kita bisa tau masa depan? Lebih seru juga pasti kalo misal nya mesin waktu itu ada. :) Nggak papa deh punya nasib kayak nobita rasanya (selalu dapet nilai 0)  asalkan bisa punya robot kucing berkantong ajaib kayak doraemon.. :p

Rasanya ingin sekali menjadikan waktu seperti karet. Hingga saya bisa menarik ulur nya semau saya. Seperti saya bisa menyuruh dia berhenti atau berjalan cepat sekali sesuai dengan fungsi jarak. 

Namun sehebat apapun kita, sebesar apapun otot kita, kita tak akan bisa menahan waktu. Karena waktu sangat taat pada perintah Tuhan.

Dulu saya iri kepada Nobita, karena dia selama nya adalah murid kelas 4 SD. Sedangkan saya? Saya akan terus tumbuh dan berubah. Hingga nantinya menjadi tua renta dan akhirnya meninggal. Menjadi tua adalah sebuah musibah menurut saya, dan menjadi muda adalah sebuah anugrah yang ingin selama nya saya jalani. Namun belakangan saya menyadari itu salah.

Akhirnya saya sadar bahwa tua dan muda itu bersifat relatif, dan tua itu bersifat pasti. Namun menjadi tua atau muda itu bukanlah hal yang utama di dunia ini. Karena akhir kehidupan yang pasti adalah kita semua akan mati entah pada saat muda atau tua. 

Mari saya mem"breakdown" kan nya untuk anda, misal ada pemuda berusia 30 tahun. Kita bisa mengatakan bahwa pemuda tersebut sudah cukup tua atau masih muda. Contoh nya saja : Pemuda itu masih cukup muda untuk menjadi seorang profesor. Sedangkan di sisi lain kita bisa bilang pemuda itu sudah cukup tua untuk meminta uang saku dari orangtua nya. 

Contoh yang simpel bukan? Namun dari contoh yang simple itu, saya merasa dapat menyimpulkan sesuatu. Begini kesimpulannya, seandainya kalian ingin awet muda lakukanlah sesuatu sedini mungkin. Karena dengan begitu, kalian akan relatif muda menurut pandangan orang-orang terhadap pencapaian hidup anda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar