Selasa, 20 September 2011

it's about my favorite columnists.. [Samuel Mulia]

Wow.. Layout Blog saya berubah!! Tapi kok jadi aneh gini ya kayaknya berubahnya?? Latar nya itu lhoo berasa kayak gambar teknik. -.-" Yaaaaah abis nya, setelah dicoba-coba pake latar yang lain yang paling bagus tuuh yang aku pake ini. Jadi bukan bermaksud sok"an lho ya Say.

Let me thing...
Hmm,, I want to share about this one.. Do u know Samuel Mulia?? Hmm,, mungkin aja kalian baru pertama kali denger. Bukan.. dia bukan pacar saya!! Dia adalah.. . . . . [ehm] let start the story..

Sebutlah nama Samuel Mulia, saya mengenal nya dari tulisan dia di kolom Parodi di harian Kompas Minggu pagi. Saya menikmati saat membaca kolom yang dia tulis. Saya menikmati bahasa yang dia gunakan. Dimana bahasa yang dia gunakan bertutur dan terkesan apa adanya tapi tajam dan mengena. ^.^

Membaca kolom-kolom yang dia tulis di kompas Minggu adalah hal yang boleh dikatakan wajib bagi saya. Terkadang bahkan saat saya sedang galau karena sebuah hal, tema dari kolom dia adalah jawaban dari kegalauan saya. Yaaaaah tema yang Samuel Mulia angkat memanglah tema sehari-hari yang mungkin bisa membuat orang merasa "gue banget tuh".

Bahkan mayoritas dari tulisan-tulisan dia di kolom minggu kompas adalah curhatan dari seorang Samuel Mulia. Yang terkadang membuat aku berpikir,, "wow, ternyata aku nggak sendiri". Atau pernah rasanya saya mendapatkan wejangan sehabis membaca kolom yang dia tulis. Sebuah wejangan yang di kolom nya itu seperti seakan-akan berbicara pada diri nya sendiri. Yang terkadang saya anggap itu adalah perenungan dari Samuel Mulia terhadap masalah-masalah pribadinya yang dia angkat menjadi tema di kolom nya.

Samuel Mulia
Saya merasa nyaman saat membaca tulisan di kolom nya. Rasanya mengena tanpa bersikap menggurui, dan mudah dicerna bahasa nya untuk saya "lemot" ini. Maka mungkin tidak berlebihan lah bila kolom parodi adalah termasuk yang pertama saya cari saat Kompas Minggu ada di tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar