Sabtu, 04 Desember 2010

Minder?? No way Guys. ;)

Pernah nggak kamu ngerasa Minder?? Seperti rasanya kamu nggak punya kelebihan apapun yang bisa kamu banggakan. Bahkan mungkin rasanya kamu menomor duakan diri mu sendiri dengan pasrah.

Aku pernah merasakan itu. Aku pernah menjadi orang yang bahkan tidak bisa menemukan kelebihan ku. At that time, I fell Iam really no body. Yang ada hanya aku ngerasa bodoh, jelek, dan tidak punya kelebihan apapun. Bahkan aku pernah menganggap "cinta itu hanya untuk dia yang cantik" . Yaaaaahh rasanya aku benar-benar pasrah bila seseorang yang aku kagumi mengagumi orang lain. Dalam hal ini tentu saja seseorang yang aku kagumi itu adalah cowok. Rasanya aku akan maklum bila seseorang yang aku kagumi akhirnya berpacaran dengan seseorang yang cantik. Walaupun rasanya tentu saja sakit, namun dengan alasan "minder" semua terasa memang sudah seharusnya.

Yaaaahh,, rasanya memang tidak adil bila aku menganggap diriku sebegiu rendah nya. Amini, sahabat ku pernah berkata, "kamu tuwh jangan nganggep dirimu serendah itu." -____- hmm.. rasanya cukup menghibur saat mendengarnya. Namun cukup lama ternyata untuk sadar, bahwa memang tidak seharusnya aku menganggap diri ku serendah itu.

Bukan kah Tuhan itu maha adil?? Bila dia memberi kita kekurangan maka kita akan diberi kelebihan di bidang lain. Lagian emang nggak ada manusia yang sempurna khan? Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kita mematok harga buat sebuah kesempurnaan, itu berarti namanya nggak adil sama diri sendiri. Karena emang di dunia ini nggak ada manusia yang sempurna. Maka di saat kamu berkeinginan untuk menjadi sempurna, yang ada kamu akan capek sendiri. Yaaaah mungkin aja suatu saat nanti kamu akan bertemu orang yang cantik, pinter n punya segala kelebihan lainnya. Tapi yakinlah dia pasti punya kekurangan yang mungkin kita nggak tau. Bahkan mungkin aja dia punya kekurangan yang kita nggak punya.

Jadi akhirnya aku berpikir untuk apa ngerasa jelek, bodoh, dan nggak punya kelebihan. Bukan kah aku sendiri yang pernah berkata "setiap orang itu pinter tapi di bidang nya masing-masing" . Mahasiswa teknik bukan berarti lebih bodoh dari mahasiswa kedokteran khan?? Karena belum tentu mahasiswa kedokteran bisa paham kalo disuruh belajar Termodinamika. ;)

Selain itu untuk apa ngerasa jelek? Bukankah kecantikan itu relatif. Yaaaah mungkin bagi kita cantik itu ya kayak model-model yang wajah nya terpampang di majalah. Tapi bukankah tidak adil rasanya bila kita mengeneralisasikan standart untuk cantik. Karena standart kecantikan tiap daerah itu berbeda, bahkan berbeda pula untuk tiap orang. Seperti kata guru kimia ku "kalau orang yang cantik itu yang berkulit putih, trus gimana menyesalnya orang yang terlahir dengan kulit hitam legam" Selain itu mba Sella juga pernah bilang "semua cewek itu cantik" ;) kayaknya omongan nya mba sella ada lanjutan nya, tapi aku lupa. Kayak gini kalau nggak salah lanjutan nya, "setiap orang itu punya sisi kecantikan nya masing-masing". Ditambah lagi aku juga pernah denger di radio, "sejelek-jelek nya cewek juga pasti ada jodoh nya kok." :9

Selain itu aku juga sering mendengar, "bahwa setiap manusia terlahir dengan bakat nya masing-masing". Maka aku pun seharus nya punya bakat dong. ;) Tapi apa ya? Hmm,, mungkin cepet hafal ama nama orang mungkin. ;) Yaaaaah,, waktu mbagiin sertifikat ke adek-adek di kelompok ospek ku, mereka pada kaget soalnya aku masih hafal nama mereka. Padahal mereka khan buaaaanyaaak banget jumlahnya. Hmm,, mungkin lebay siih kalo dibilang buaaaanyaaak banget. Tapi emang lumayan banyak kok, kalo nggak salah jumlah tepatnya 47 anak. ;)

Jadi untuk apa minder?? Karena dunia ini sudah cukup adil buat setiap makhluk di dalam nya. Bahkan ada banyak sekali hal yang harus kita syukuri. Mungkin saat minder sedang melanda kita adalah manusia yang tidak tau bagaimana rasanya bersyukur. Maka bersyukurlah akan setiap nikmat yang Tuhan berikan. Bukahkah seharus nya kita berterima kasih terlahir sebagai manusia. Manusia normal yang tentu saja tidak luput dari kelebihan dan kekurangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar